Teror yang ada saat ini berkembang menyesuaikan dengan jamannya. entah itu dari jaman batu ataupun jaman digital seperti saat ini, teror menginfiltrasi ke dalam masing-masing jaman tersebut secara halus.
Beberapa hari ini isu yang marak berkembang adalah sms santet atau sms merah. sebuah teror berupa pesan sms yang memberitahukan keharusan berhati-hati jika menerima panggilan telepon/sms dari nomor berwarna merah/dari nomor 0666. Mengaitkan juga dengan adanya radiasi infra red dari sms/panggilan tersebut.
Baya tertarik dengan analisa dari AC manullang yang sempat saya temukan beritanya di internet, bahwa isu-isu seperti ini disengaja untuk meresahkan masyarakat. Lebih spesifik meresahkan masyarakat mendekati pemilu. meskipun saya tak tahu mendalam seberapa dekat keterkaitannya hal tersebut. Dia juga mengingatkan bahwa hal serupa pernah terjadi, dalam hal ini isu kolor ijo beberapa tahun lalu yang sempat menghebohkan berita nasional. memang masyarakat kita, masih percaya sangat akan hal-hal yang berbau klenik, karena itulah masyarakat juga pada akhirnya yang menjadi objek sasaran empuk dari teror-teror ini.
MUI sudah mengeluarkan himbauanya. Pemerintah sudah mengeluarkan surat kepada operator-operator seluler. Kepolisian sedang mendalami kejadian ini. Orang-orang IT pun sudah banyak yang angkat bicara. Semua sepakat bahwa isu sms teror ini merupakan tindakan dari orang yang tak bertanggung
jawab, tak masuk diakal, logika serta merusak akidah. karena itulah diharapkan masyarakat tak usah resah dan ambil pusing terhadap isu ini.
Sebaiknya kita menunggu saja hasil penelusuran pihak-pihak terkait. bukan hal yang sulit untuk menemukan siapa dan darimana sumber pengirim pertama dari sms teror tersebut. yang memerlukan perhatian lebih adalah, bagaimana mendidik masyarakat untuk tidak mudah termakan isu-isu seperti ini.